failed evolution
Sedikit catatan yang tersisa... terinspirasi dari pengalaman batin pribadi dan karya karya sastra para pelantun getaran jiwa

04 Juni 2009

03:33
Bukankah waktu terus berputar…? Tak peduli aku terseret diantara bilah-bilah pergantian hari. Tak pernah berharap untuk berhenti sejenak, bahkan tuk sesaat menghela nafas.

Lelah … !!! dan itu kan jadi teriakan terakhirku kemarin pagi. Tak boleh ada lelah, seharusnya tak ada bosan, semestinya tak ada kata penyesalan. Nikmati saja, jalan hidup terlalu indah untuk dipakai sebagai lampiasan kekesalan, terlalu cantik untuk dihias air mata, dan tak pantas jika kuharus meraung hamburkan kepahitan di atasnya.

Rasa sakit adalah bagian tak terpisahkan dari kebahagiaan, sebagaimana tangis alirkan air mata, sebagaimana cemburu yang membakar cinta. Aku biarkan berlalu lewati jalanku, aku biarkan dirinya merangkul tuk membimbingku, selagi kunikmati bengis senyum ramahnya.

Tuhan….. , Izinkan aku agar mampu tuk tetap tersenyum saat dibelai badai waktu, karena aku yakin waktu adalah rahasiamu, sudah sepantasnya kurelakan segala atas diriku kepada-MU,
Read On 1 komentar

7 prinsip Leonardo Da Vinci

16:26
  1. CURIOSITA

“ Pendekatan rasa ingin tahu yang tak terpuaskan terhadap kehidupan dan upaya tak kenal lelah untuk terus belajar ”

 

  1. DIMOSTRAZIONE

“ Komitmen untuk menguji pengetahuan melalui pengalaman, keuletan, dan kesediaan belajar dari kesalahan “

 

  1. SENSAZIONE

“ Penghalusan panca indra secara terus menerus, terutama penglihatan sebagai sarana untuk menghidupkan pengalaman”

 

  1. SFUMATO

“ Kesediaan untuk merangkul ambiguita, paradoks, dan ketidakpastian “

 

  1. ARTE / SCIENZA

“ Perkembangan keseimbangan antara ilmu dan seni, logika dan imajinasi “

 

  1. CORPORALITA

“ Pemupukan keanggunan keterampilan dua tangan, kebugaran, dan sikap tubuh yang benar “

 

  1. CONNESIONE

“ Pengakuan dan penghargaan terhadap keterhubungan segala sesuatu dan fenomena ”

 

Tulisan ini di kutip dari buku HOW TO THINK LIKE LEONARDO DA VINCI  karya Michael J Gelb atau MENJADI JENIUS SEPERTI LEONARDO DA VINCI versi bahasa indonesia



Read On 1 komentar

sesuatu yang tertinggal...........

20:06
 mungkin kebodohan terbesar dlm hidupku adalah saat kuputuskan untuk ucapkan cinta padamu,karena rasa cinta itu kini begitu membelenggu setiap gerakku,karena rasa cinta itu kini tlah butakan nuraniku untuk sadari kau tlah jauh tinggalkan aku
 mungkin kesalahan terbesar dalam hidupku adalah saat kulambungkan seluruh harapanku bersama bayang dirimu & kini harapan itu begitu erat melekat di setiap sudut laluku tenggelamkan sadarku tentang dirimu yang tlah jauh tinggalkan aku
 mungkin rasa sakit terpedih di sepanjang usiaku adalah saat sebaris kata sederhana  itu meluncur dari bibir indahmu "maafkan aku yang tak mampu lagi untuk mencintaimu"


Read On 3 komentar

Chapter 5

03:54


Matahari terlihat begitu malas
mengawali pagi ,mungkin karena mendung pekat sisa malam tadi yang juga enggan
beranjak pergi atau mungkin juga karena pengaruh alkohol sisa malam tadi yang
terlalu meracuni keseimbangan syaraf penglihatanku.entahlah…..yang pasti pagi
ini terlihat begitu sayu bagiku.seiring bergulirnya hari aku terus saja bangga
dengan kesendirianku,hingga entah sampai kapan nanti mungkin siang nanti,sore
nanti atau esok nanti….Entahlah

“Cintamu
pada kehidupan haruslah merupakan cintamu pada cita citamu yang setinggi
tingginya,dan cita citamu yang setinggi tingginya haruslah merupakan angan
angan hidupmu yang tertinggi (
FW.NIETZSCHE) ” dan kesalahan
terbesar dalam hidupku adalah karena selalu membawamu melambung tinggi ke dalam
angan angan hidupku yang tertinggi. terinspirasi dari sebuah cerpen berjudul DELIRIUM VESPARTINE

Read On 0 komentar

Chapter 4

03:53


ada yang lain di hatiku selain dirimu “ matanya nanar menatap jauh ke
depan,entah apa yang dia amati saat itu.sore itu hanya berselang beberapa bulan
dari saat pertemuan pertamaku dengannya “ tak perlu kamu tahu siapa lelaki itu yang pasti dia mampu menjadi laut
bagiku,dia mampu menjadi nafas bagiku,dan dia selalu merengkuhku dari badai
perasaan yang tak mampu kau redam “ lanjutnya lagi, entah bagaimana ekspresi
wajahnya aku tak begitu memperhatikannya,aku lebih suka untuk memandang barisan
semburat merah awan yang tersaput matahari senja,aku hanya sesekali melirik ke
wajahnya yang membentuk sebuah siluet karena dia kini memasang wajahnya tepat di
hadapanku. “ bagaimana caranya aku memecahkan keheninganmu ? beri aku jawaban
atas sikapmu itu !! “ aku terhenyak
karena mendengar nada bicaranya yang mulai meninggi dan itu baru pertama kali
aku dengar meluncur dari mulutnya sejauh
ini,sesaat kemudian aku hanya mendengar isak tangis di iringi derai air mata
yang begitu deras meluncur terjun bebas melewati pipinya, “ kenapa kau mesti
menangis ? bukankah aku tak mampu untuk
meredam badai dalam benakmu ? “ kataku pelan mencoba memecah kebuntuan “ aku
sudah tahu ini pasti akan terjadi Sebenarnya aku tak ingin terlalu jauh untuk
mengenal dirimu,aku yakin hal ini lambat laun pasti akan terjadi setelah dirimu
jauh mengenal lebih dalam tentang diriku,tapi tahukah dirimu ? helai demi helai
aku tenun rasa sayang di hatiku,dan itu tidak mudah karena kau bukanlah wanita
yang pertama bagiku,kau semestinya menyadari sakitnya membunuh kenangan lalu
yang terbingkai dengan kasih sejati,itu terasa seperti menyumbat aliran darah
yang rutin mengalir di rongga rongga kehidupanku,dan kini setelah aku
selesaikan tenunan itu ternyata kau telah pergi tinggalkan aku “ sejenak aku
menghela nafas yang sesak membungkam naluriku,aku hembuskan jauh jauh seakan
ingin larikan kepedihan yang mengkristal di kamar kamar jiwaku  “ Maafkan aku untuk itu aku pun tak seharusnya
berlaku seperti itu padamu,tapi aku yakin kamu tahu jika cinta tak bisa di
paksakan,aku tak mau terjebak dalam pembusukan nilai sebuah cinta “ kata kata
itu terdengar di sela sedu sedan tangisnya “ itu bukan masalah bagiku aku rela
kau pergi tinggalkan aku dan jangan pernah kau merasa telah menyakiti
aku,bukankah cinta tak mengajari arti kata sakit hati ? pergilah dan biarkan
aku sendiri yang akan menata sisa sisa serpihan hati ini,seperti yang biasa aku
lakukan jauh sebelum mengenalmu “ sedikit demi sedikit aku mulai menguasai
geliat binal emosi di otakku,aku bahkan mulai bisa sedikit tersenyum saat
lembut tangannya meremas buku buku jariku “ sekali lagi aku minta maaf…aku tak
mampu tepati segala janji yang pernah terucap di waktu yang lalu,jika boleh
untuk terakhir kalinya aku ingin meminta padamu tolong kenanglah aku bersama
hening doa doamu,jangan pernah kau bawa bias wajahku ke dalam pedih tangisanmu
“ suatu permohonan yang terasa menghantam dan jauh merenggut keakuanku. ”
sanggupkah kamu meluluskan permintaanku itu ? “ sekali lagi dia memohon padaku.
“ baiklah jika itu yang kau mau,aku akan berusaha untuk itu “ ini adalah
kebohongan pertama dan mungkin juga yang terakhir yang pernah ku ucapkan di hadapannya,aku tak
peduli dia percaya atau tidak dengan ucapanku yang aku tahu kini adalah dia
bukan lagi bidadari untukku dia bukan lagi sesosok peri yang kerap senandungkan
syahdu symphoni kedamaian untukku.dan sesaat kemudian bayangnya mulai tenggelam
bersama pekat senja di ujung musim penghujan,sepekat renunganku yang entah tak
mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan akupun luruh berserak melebur bersama
di dalamnya.

Read On 0 komentar

Chapter 3

03:50


Bolehkah aku lebih dekat dengan dirimu…? “ sekali lagi dia
membuat aku terperangah dengan kepolosannya “ Aku terkesan dengan dirimu …aku
ingin kamu menjadi lelaki yang teristimewa dalam lingkaran usiaku” lanjutnya
“terserah kamu akan anggap aku sebagai apa…tapi aku ingin kamu tahu sejujurnya aku
sudah jatuh cinta padamu sejak pertemuan kita di pagi yang berkabut itu dulu “
kata kata itu begitu mantap terucap dari mulutnya,hampir sulit di percaya jika
kalimat itu terucap dari bibir seorang gadis lugu seperti dirinya,di telingaku
kalimat pendek itu seakan terdengar sebagai sebuah retorika yang keluar dari
mulut para politikus abad ini.Ya Tuhan ada apa dengan kehidupanku…? Apakah
sesungguhnya yang Kau kirimkan padaku ? apakah dirinya kelakkan

menjadi sesosok bidadari bagiku…? Atau
dirinya hanya akan menambah daftar goresan luka di dinding dinding hatiku..?
pertanyaan pertanyaan itu begitu saja timbul dari benakku,sejenak aku tenggelam
dalam keraguan akan entah,”Aku rasa aku bukanlah lelaki yang tepat bagimu,aku
yakin kau takkan pernah mampu terjemahkan tangis dan tawaku kuharap sebelum
terlambat lebih baik kau hapus segala tentang diriku dari hidupmu ” Aku tak
bermaksud menyakiti hatinya dengan kata kata itu sesungguhnya aku tak mau
sekali lagi roboh di tikam cinta . “Aku tahu kamu pasti akan berkata seperti
itu “ katanya lagi “kamu mungkin tak pernah menyadari jika aku telah habiskan
waktu berhari hari hanya untuk mengumpulkan koleksi cerita tentang dirimu” dia
kembali tersenyum penuh arti,aku menangkap seraut wajah penuh kemenangan di
halus wajahnya “aku yakin aku pasti mampu untuk menemani dirimu hingga kelak
suatu saat nanti kau akan berkata jangan pernah ada kata berpisah” dan sekali
lagi retorika itu meluncur dari bibirnya dan sembari ku hela nafas panjang aku
berkata“baiklah…jika itu adalah keyakinanmu tentang diriku,aku rasa aku tak
mampu untuk menampik cintamu” sesungguhnya kurasa masih terlalu dini untuk
bicara cinta,aku tak mau begitu saja tenggelam dalam buaian cinta.gibran pernah
berkata “dan apakah yang di namakan bekerja dengan rasa dengan cinta ? laksana
menenun kain dengan benang yang di tarik dari jantungmu,seolah olah
kekasihmulah yang akan mengenakan kain itu “ dan aku tak mau kain cinta yang
terpintal dari serat serat jantungku tercabik cabik karena di pakai oleh wanita
yang salah.Oh Tuhan…kenapa aku tak mampu terjemahkan bait bait kata yang hadir
dari dalam hatiku sendiri ? aku tak mampu untuk berkata tidak  “ aku mencintaimu,izinkan aku menjadi lentera dalam
pekat harimu biarkan aku ada di lingkar kehidupanmu agar aku bisa berbagi sisa
nafas ini berdua hanya denganmu “ kali ini matanya menuliskan isyarat tentang
pengharapan,bibirnya datar kalimat itu meluncur pelan dan terdengar sebagai
bisik halus yang menyayat tepian akal sehatku,aku terjatuh hilang keseimbangan
semesta ini berputar mengaduk aduk batas kesadaranku,yang aku ingat saat itu
adalah ketika bibirku berkata  “baiklah…jika itu adalah keyakinanmu tentang
diriku,aku rasa aku tak mampu untuk menampik cintamu,jalan cinta ini takkan pernah
seindah yang kau bayangkan kumohon jangan pernah bermimpi tentang mesra cumbu
rayu atau tentang dongeng romantis yang akan melambungkan khayalmu menembus
harapanmu ”dia hanya tersenyum dan dengan lembut dia memelukku begitu lembut
pelukannya hingga aku tak pernah tahu sudah berapa lama aku terdiam hanyut
dalam alur fikiran yang begitu asing bagiku.

Read On 0 komentar

TRANSLATE

translate English French Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified German
blog-indonesia.com

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

TO MUCH LOVE WILL KILL YOU

Warnet ZAZA NET's Fan

Warnet ZAZA NET on Facebook

RECENT POST

COUNTER

My BlogCatalog BlogRank

RECENT COMMENT

BLOGGER INDO

RECENT VIEWER