“ Boleh aku mengenal dirimu…?? ” katanya pelan di iringi senyum,aku
terperangah saat tiba tiba dirinya sudah ada di sisiku Oh Tuhan begitu
mabukkah diriku hingga pemikiranku tak mampu mengikuti
pergeseran suatu obyek. ”kenapa diam….?”ucapnya lagi, kali ini di ikuti
dengan ekspresi kebingungan yang menurutku membuat wajahnya terlihat
lebih natural.dan seperti tanpa ekspresi apapun aku hanya mengangguk
mantap sembari aku julurkan tangan kananku menjabat tangannya .
‘terimakasih..’ sekali lagi senyum itu tersimpul di bibir mungilnya,dan
semenjak itu aku merasa bahwa kehadiran dirinya di sela sela sampah
waktuku memberikan satu sensasi tersendiri bagikuaku merasa hidup atau
mungkin lebih tepatnya di hidupkan kembali dengan kehadirannya....



Post a Comment