dirimu,aku yakin hal ini lambat laun pasti akan terjadi setelah dirimu jauh
mengenal lebih dalam tentang diriku hari ini”
Matahari terlihat begitu malas mengawali pagi ,mungkin karena mendung pekat sisa malam tadi yang juga enggan beranjak pergi atau mungkin juga karena pengaruh alkohol sisa malam tadi yang terlalu meracuni keseimbangan syaraf penglihatanku.entahlah…..yang pasti pagi ini terlihat begitu sayu bagiku. . Hari ini aku melewati hari yang begitu membosankan bahkan lebih membosankan dari hari hari kemarin,bagai menghadang ketidakpastian yang serba nisbi,semenjak kejatuhan diriku aku merasa hidup di tengah kematianku sendiri
sejenak aku tebarkan pandanganku dan mencoba memperlebar sudut penglihatanku,tepat pada saat itu kelopak mataku menangkap obyek manis berdiri di ujung jalan seakan menantikan sesuatu,tak ada yang istimewa.hingga saat satu senyuman darinya memaksa sistem otakku bekerja lebih keras untuk menerjemahkan arti senyuman itu. Ahh….aku tak mau untuk terlalu percaya diri,lagipula kurasa masih terlalu pagi untuk itu.tak lama kemudian moment itu berakhir seiring kepergiannya dan aku pun tak mau terlalu lama larut dalam situasi yang terlalu sulit untuk aku mengerti
Dan seperti sebuah candu senyum itu ternyata mampu membiusku hingga aku merasa begitu kehilangan saat dirinya absen dari penglihatanku,hampir di setiap pagi aku selalu berharap harap cemas menantikan senyum darinya jujur saja aku akan merasa sangat kehilangan jika aku tak bertemu dengan dirinya.
‘Cinta‘….?? Kurasa tidak.aku pernah dan bukan hanya sekali berurusan dengan ‘crazy little think called love’ aku hanya merasa tenang saat senyum itu terbang bebas hampiri aku,aku merasa masih di anggap ada atau setidaknya ada sesuatu yang menarik di diriku yang membuat dirinya tersenyum padaku....To be continued



Post a Comment