Bolehkah aku lebih dekat dengan dirimu…? “ sekali lagi dia
membuat aku terperangah dengan kepolosannya “ Aku terkesan dengan dirimu …aku
ingin kamu menjadi lelaki yang teristimewa dalam lingkaran usiaku” lanjutnya
“terserah kamu akan anggap aku sebagai apa…tapi aku ingin kamu tahu sejujurnya aku
sudah jatuh cinta padamu sejak pertemuan kita di pagi yang berkabut itu dulu “
kata kata itu begitu mantap terucap dari mulutnya,hampir sulit di percaya jika
kalimat itu terucap dari bibir seorang gadis lugu seperti dirinya,di telingaku
kalimat pendek itu seakan terdengar sebagai sebuah retorika yang keluar dari
mulut para politikus abad ini.Ya Tuhan ada apa dengan kehidupanku…? Apakah
sesungguhnya yang Kau kirimkan padaku ? apakah dirinya kelakkan
menjadi sesosok bidadari bagiku…? Atau
dirinya hanya akan menambah daftar goresan luka di dinding dinding hatiku..?
pertanyaan pertanyaan itu begitu saja timbul dari benakku,sejenak aku tenggelam
dalam keraguan akan entah,”Aku rasa aku bukanlah lelaki yang tepat bagimu,aku
yakin kau takkan pernah mampu terjemahkan tangis dan tawaku kuharap sebelum
terlambat lebih baik kau hapus segala tentang diriku dari hidupmu ” Aku tak
bermaksud menyakiti hatinya dengan kata kata itu sesungguhnya aku tak mau
sekali lagi roboh di tikam cinta . “Aku tahu kamu pasti akan berkata seperti
itu “ katanya lagi “kamu mungkin tak pernah menyadari jika aku telah habiskan
waktu berhari hari hanya untuk mengumpulkan koleksi cerita tentang dirimu” dia
kembali tersenyum penuh arti,aku menangkap seraut wajah penuh kemenangan di
halus wajahnya “aku yakin aku pasti mampu untuk menemani dirimu hingga kelak
suatu saat nanti kau akan berkata jangan pernah ada kata berpisah” dan sekali
lagi retorika itu meluncur dari bibirnya dan sembari ku hela nafas panjang aku
berkata“baiklah…jika itu adalah keyakinanmu tentang diriku,aku rasa aku tak
mampu untuk menampik cintamu” sesungguhnya kurasa masih terlalu dini untuk
bicara cinta,aku tak mau begitu saja tenggelam dalam buaian cinta.gibran pernah
berkata “dan apakah yang di namakan bekerja dengan rasa dengan cinta ? laksana
menenun kain dengan benang yang di tarik dari jantungmu,seolah olah
kekasihmulah yang akan mengenakan kain itu “ dan aku tak mau kain cinta yang
terpintal dari serat serat jantungku tercabik cabik karena di pakai oleh wanita
yang salah.Oh Tuhan…kenapa aku tak mampu terjemahkan bait bait kata yang hadir
dari dalam hatiku sendiri ? aku tak mampu untuk berkata tidak “ aku mencintaimu,izinkan aku menjadi lentera dalam
pekat harimu biarkan aku ada di lingkar kehidupanmu agar aku bisa berbagi sisa
nafas ini berdua hanya denganmu “ kali ini matanya menuliskan isyarat tentang
pengharapan,bibirnya datar kalimat itu meluncur pelan dan terdengar sebagai
bisik halus yang menyayat tepian akal sehatku,aku terjatuh hilang keseimbangan
semesta ini berputar mengaduk aduk batas kesadaranku,yang aku ingat saat itu
adalah ketika bibirku berkata “baiklah…jika itu adalah keyakinanmu tentang
diriku,aku rasa aku tak mampu untuk menampik cintamu,jalan cinta ini takkan pernah
seindah yang kau bayangkan kumohon jangan pernah bermimpi tentang mesra cumbu
rayu atau tentang dongeng romantis yang akan melambungkan khayalmu menembus
harapanmu ”dia hanya tersenyum dan dengan lembut dia memelukku begitu lembut
pelukannya hingga aku tak pernah tahu sudah berapa lama aku terdiam hanyut
dalam alur fikiran yang begitu asing bagiku.



Post a Comment